Waktu dan tempat
18–24 April 1955. Bandung, Indonesia.
Persiapan dan pelaksanaan
Indonesia, India, Pakistan, Birma, dan Ceylon menjadi negara sponsor. Pertemuan persiapan di Bogor pada Desember 1954 menyepakati arah penyelenggaraan. Gedung Merdeka menjadi tempat utama sidang di Bandung. Ali Sastroamidjojo memimpin konferensi, sedangkan Roeslan Abdulgani menjadi sekretaris jenderal. Museum KAA mencatat bahwa forum berlangsung melalui komite politik, ekonomi, dan kebudayaan; para peserta harus merundingkan perbedaan pandangan sebelum menghasilkan kesepakatan.
Isi komunike akhir
Dokumen 24 April mengaitkan pembangunan dengan kedaulatan, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama antarnegara. Komunike mendukung hak menentukan nasib sendiri serta menentang diskriminasi rasial dan kolonialisme. Sepuluh prinsip perdamaian mencakup penghormatan kedaulatan, penyelesaian sengketa secara damai, dan keadilan. Karena dokumen itu juga memuat urusan ekonomi dan budaya, membaca KAA hanya sebagai pertemuan diplomasi politik menghilangkan sebagian penting dari agenda yang disepakati peserta.
Membaca hasil sebagai pernyataan bersama
Komunike merupakan rumusan posisi yang diterima bersama pada saat konferensi. Dokumen ini menunjukkan tujuan serta norma yang dinyatakan para delegasi; ia tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh tujuan telah terlaksana. Nama Birma dan Ceylon pada naskah merujuk negara yang kini dikenal sebagai Myanmar dan Sri Lanka. Mengikuti istilah sezaman sekaligus memberi penjelasan modern membantu pembaca menempatkan dokumen dalam konteksnya.
Kronologi
- 28–29 Desember 1954
Pertemuan persiapan di Bogor.
- 18 April 1955
Pembukaan konferensi di Bandung.
- 24 April 1955
Komunike akhir disepakati.
Pelaku dan peran
Roeslan Abdulgani
Sekretaris jenderal
Hubungan antarprofil
Sumber dan rujukan
Sejarah Konferensi Asia Afrika: KAA 1955
Museum Konperensi Asia Afrika, Kementerian Luar Negeri RI · Usaha-usaha Persiapan Konferensi; Asia Afrika Bergema dari Bandung; Dasasila Bandung
Asal data dan batas pemeriksaan
Sumber untuk pelaksanaan, ketua konferensi, dan hasil. Istilah negara lama dipertahankan dengan penjelasan modern.
Final Communiqué of the Asian-African Conference of Bandung, 24 April 1955
GRIPS dan Institute for Advanced Studies on Asia, University of Tokyo · Transkripsi dari Kemlu RI, Asia-Africa Speak from Bandung (1955), hlm. 161–169; bagian A, B, C, D dan G
Asal data dan batas pemeriksaan
Transkripsi dokumen sezaman. Rujukan bibliografi tersedia pada kepala halaman; naskah tidak disalin penuh.