Waktu dan tempat

Abad ke-18; perkembangan berikutnya. Indonesia.

Batas waktu mengikuti sumber. Tanggal perkiraan ditampilkan tanpa menambahkan rentang tahun yang tidak disebutkan sumber.

Pencatatan dalam Daftar Warisan Dunia pada 2023 menunjuk pengakuan UNESCO. Masa pembentukan dan perkembangan mengikuti uraian sejarah pada profil. Titik peta menunjukkan lokasi pada peta masa kini.

Konteks sejarah

Sultan Mangkubumi membentuk sumbu pusat Yogyakarta pada abad ke-18. Kraton berada di tengah susunan utara–selatan yang menghubungkan sejumlah monumen dan tradisi ritual.

Fungsi dan hubungan

Sumbu utara–selatannya membentang sekitar enam kilometer. Kraton menjadi pusat pemerintahan dan tradisi budaya Jawa.

Bentuk dan bukti

Gunung Merapi dan Samudra Hindia menjadi pasangan bentang alam dalam susunan kosmologis. Ritual menghubungkan monumen di utara dan selatan keraton.

Hubungan antarprofil

Belum ada informasi dengan rujukan untuk bagian ini.

Sumber dan rujukan

Rujukan institusi

The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks

UNESCO World Heritage Centre · Description dan Statement of Outstanding Universal Value; record unesco-1671

Asal data dan batas pemeriksaan

Tanggal masuk daftar dibedakan dari pembangunan; titik merupakan lokasi modern dalam register.

Buka sumber ↗Diakses 2026-10-13. Fakta diparafrasakan dalam narasi orisinal. Teks lengkap dan media UNESCO tidak didistribusikan.
Parafrasa fakta dalam bahasa Indonesia; rentang tanggal, identitas, sumber, dan konteks daftar diperiksa. Belum melalui tinjauan ahli eksternal. Baca batas pemeriksaan